Senin, 26 Juli 2010

Berkata Al-Imam Asy-Syafi'i Rahimahullah tentang keutamaan ilmu:


"Cukuplah sebagai keutamaan ilmu itu, orang selalu mengaku dan mengklaim dirinya berilmu padahal tidaklah ada padanya ilmu itu dan seseorang merasa senang apabila disebut berilmu. Dan cukuplah sebagai keburukan kebodohan itu, orang selalu berlepas diri darinya dan dari orang yang bodoh serta seseorang akan marah apabila dianggap bodoh."

(Ma'alim Fit Tarbiyah Wad Dakwah, Mawa'idh Al-Imam Asy-Syafi'i, Penyusun Sholih Ahmad Asy-Syami, hlm 9, Maktabah Syamilah).

Penjelasan

Keutamaan ilmu adalah sangat banyak sebagaimana telah dijelaskan di dalam Al-Qur'an, As-Sunnah dan ucapan para Salafush Shaleh -Rahimahumullah. Tentu saja yang dimaksud adalah ilmu wahyu, yaitu ilmu yang diwariskan oleh para Nabi –Alaihimus Salam, ilmu yang membersihkan hati, menjadikan zuhud terhadap dunia dan mendekatkan diri kepada Allah Ta'aala.

Al-Imam Asy-Syafi'i –Rahimahullah berbicara tentang realita keutamaan ilmu yang tidak bisa dibantah dan dipungkiri lagi, yaitu bahwasanya setiap orang mengaku dan mengklaim dirinya berilmu walaupun sebenarnya dia tidak berilmu dan seseorang merasa senang dan bangga apabila disebut sebagai orang yang berilmu.

Sebaliknya, kebodohan adalah merupakan suatu keburukan. Buktinya, seseorang tidak akan pernah mau disebut sebagai orang bodoh, dan bahkan dia berlepas diri dari kebodohan dan orang bodoh, serta dia akan sangat marah kalau dianggap sebagai orang bodoh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar